FPTI News, Enam mahasiswa dan satu orang alumni Pecinta Alam Fakultas Kedokteran dan Hukum Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang sebelumnya dinyatakan hilang di Gunung Salak, Bogor, saat melakukan pendakian, akhirnya dapat ditemukan.
Kabar penemuan 6 mahasiswa dan 1 alumni Yarsi disambut gembira oleh keluarga di Posko Murbey, di kampung Murbey, Desa Pesawahan, Kecamatan Cicurug, Sukabumi. Mereka menjerit histeris dan melakukan sujud syukur bersama.
Ketujuh orang pendaki tersebut, terdiri dari, Sofyan, 21 tahun, Reza, 21 tahun, Hengki, 22 tahun, Rizki, 18 tahun, Dimas, 18 tahun, Dika, 18 tahun dan Tyas, 22 tahun.
Setelah Tim SAR gabungan melakukan pencarian, akhirnya tujuh orang pendaki tersebut kembali ditemukan pada hari selasa (3/02/09) Jam 07.00 WIB dalam keadaan selamat.
"Kondisi mereka dalam keadaan baik, hanya sedikit kelelahan dan kedinginan karena minimnya logistik dan hujan yang turun sepanjang hari", kata Arlan Yudi yang sedang berada di lokasi penemuan.
Humas tim SAR gabungan Tribuana Yarsi, Harri Heriyanto, mengatakan ketujuh pendaki tersebut ditemukan di titik kordinat 92.85.55.90. Saat ini mereka sedang diistirahatkan untuk kemudian dibawa turun ke bawah oleh tim SAR.
Agianto, salah seorang dewan pendiri Tribuana Yarsi sebelumnya mengatakan, pihaknya mendapat kabar tentang hilangnya tujuh mahasiswa pecinta alam Fakultas Kedokteran Yarsi, dari Tyas, salah satu korban yang sempat mengirim pesan pendek kepada Agung familinya.
Pesan itu berbunyi "Gue udah sampe puncak sendirian, alas kaki teman-teman sudah rusak dan hilang. Semua makanan habis, minta tolong bantuan SAR Tribuana, ini serius," ujar Agung seraya membacakan pesan itu, Senin 2 Februari 2009, kepada FPTI News.
Peristiwa ini juga sudah sebarluaskan melalui Radio Antar Penduduk Indonesia (Rapi). Pesan ini kemudian diteruskan ke Koramil Cigudeg, hingga akhirnya Survivor dapat ditemukan dengan selamat.
Agianto menambahkan, tujuh mahasiswa itu mendaki Gunung Salak sejak Sabtu 31 Januari 2009, dan dijadwalkan akan kembali pada Minggu 1 Januari 2009.
Pendakian bukan dalam rangka program pendidikan. "Usai menjalankan ujian semester mereka naik gunung," ujar Agianto(Kens).
Senin, 02 Februari 2009
Kamis, 29 Januari 2009
Pendaki Serbu 328

Berlatih
FPTI News, Tim Pendaki serbu 328 (Dakibu) terus berlatih untuk persiapan Kejuaraan Panjat Tebing Piala Bergilir Kepala Staf Angkatan Darat Cup (Kasad Cup 2009) yang akan dilaksanakan pada tanggal 24-28 Februari di Makopassus Cijantung.
Ini merupakan hari ke 40 latihan dalam menjelang persiapan kejuaraan antar militer, seperti halnya para atlet lainnya, juara adalah target yang ingin di capai. Tampak mereka dengan semangat berlatih dari pagi hari hingga menjelang sore di wall climbing FPTI Kabupaten Bogor, kamis (29/1/09).
Meski sarana panjat tebing di asrama mereka telah tersedia tetapi sesekali ia melakukan latihan ditempat lain, hal ini dilakukan agar para pemanjat tidak merasa jenuh. Selain itu, untuk alasan pengembangan kemampuan para atlet, ada baiknya mengenal karakter hand hold (point), dan karakter realif setiap sarana panjat tebing.
Pada kesempatan kejuaraan Kasad cup 2009, Tim Pendaki Serbu 328 (Dakibu 328)Mempersiapkan 9 atlet yang akan bertanding di dua nomor, yaitu Lead dan Speed.
Tindige, Kipli, Laode, dan Tri Mulyadi akan turun di nomor speed. Sedangkan lima orang lainnya yaitu: Yakub, Dwie, Purwanto, Arfan, dan Tri Wildiarto akan bertanding di nomor Kesulitan/ lead (Kens).
Senin, 19 Januari 2009
Bupati Bogor Restui FPTI Kab Bogor Jadi Tuan Rumah
FPTI News, Bupati Bogor terpilih Drs.H.Rachmat Yassin memberikan restu kepada FPTI Kabupaten Bogor untuk menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Kejurda junior dan umum yang akan dilaksanakan di lapangan Tegar Beriman Pemda Kabupaten Bogor pada tanggal 11 s/d 15 Februari 2009.
Restu itu diungkapkan saat kesempatan audiensi Pengcab FPTI Kabupaten Bogor dengan Bupati Bogor terpilih, di ruang kerjanya siang tadi. Pengcab FPTI Kab Bogor yang diwakili Luthfie Syam (ketua umum), Iip Syaukani (Sekum), Rifka Rindawati (Bendahara), Ronni Kusmaya (Humas), Kendisan (Kabid Kompetisi), dan Willy dari pihak PT Chevron berlangsung cukup mesra.
Sebagai orang yang aktif di Cabang olahraga, Rachmat Yassin sangat mendukung atas perkembangan olahraga di Kabupaten Bogor. Diharapkan dengan penghargaan menjadi tuan rumah pada kesempatan Kejurda 2009 ini, FPTI Kab Bogor dapat memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh kontingen yang bertanding.
"Konsekwensinya sebagai tuan rumah harus siap, jangan sampai memalukan Kabupaten Bogor yang pernah meraih gelar juara umum pada Porprov 2006 lalu, terlebih FPTI menyandang gelar juara umum pada Kejurda Junior 2008 (Kens)
Restu itu diungkapkan saat kesempatan audiensi Pengcab FPTI Kabupaten Bogor dengan Bupati Bogor terpilih, di ruang kerjanya siang tadi. Pengcab FPTI Kab Bogor yang diwakili Luthfie Syam (ketua umum), Iip Syaukani (Sekum), Rifka Rindawati (Bendahara), Ronni Kusmaya (Humas), Kendisan (Kabid Kompetisi), dan Willy dari pihak PT Chevron berlangsung cukup mesra.
Sebagai orang yang aktif di Cabang olahraga, Rachmat Yassin sangat mendukung atas perkembangan olahraga di Kabupaten Bogor. Diharapkan dengan penghargaan menjadi tuan rumah pada kesempatan Kejurda 2009 ini, FPTI Kab Bogor dapat memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh kontingen yang bertanding.
"Konsekwensinya sebagai tuan rumah harus siap, jangan sampai memalukan Kabupaten Bogor yang pernah meraih gelar juara umum pada Porprov 2006 lalu, terlebih FPTI menyandang gelar juara umum pada Kejurda Junior 2008 (Kens)
Minggu, 18 Januari 2009
Pengurangan Jumlah Cabor Pada PORDA 2010
FPTI News, Bagi para pecinta olahraga panjat tebing kini mesti merenungi tentang polemik pengurangan jumlah cabang olahraga pada PORDA XI 2010. Pasalnya olahraga panjat tebing menjadi salahsatu cabang olahraga yang menjadi pertimbangan tidak dilombakan pada ajang PORDA 2010.
Alasannya, bahwa olahraga panjat tebing merupakan cabang olahraga non olimpic yang tidak dipertandingkan pada Asean Games dan Olimpiade. Dengan pertimbangan tersebut maka jenjang prestasi yang saat ini tengah diperjuangkan oleh para atlet akan terkendala apabila benar panjat tebing tidak dipertandingkan dalam PORDA.
Hal ini sangat di sesali oleh Pengurus Daerah FPTI Jawa Barat yang langsung mengirimkan surat himbauan kepada seluruh Pengcab panjat tebing se Jawa Barat agar bersama-sama memperjuangkan kemajuan olahraga panjat tebing. "Salahsatu upaya yang mesti dilakukan adalah menunjukan bahwa peminat olahraga panjat sampai saat ini masih bergairah yang terus melakukan pembinaan dan prestasi di tiap Pengcab, Pengda, dan PP".
Diingatkan juga Pada setiap Pengcab Se Jawa Barat agar mengirimkan atlet binaan masing-masing sebanyak-banyaknya pada kesempatan Kejurda kelompok umur dan umum tingkat Jawa Barat yang akan diselenggarakan di wall climbing FPTI Kabupaten Bogor tanggal 11-15 Februari 2009. Dengan harapan agar dijadikan bahan evaluasi layak atau tidaknya panjat tebing dipertandingkan pada PORDA XI 2010 (Kens).
Alasannya, bahwa olahraga panjat tebing merupakan cabang olahraga non olimpic yang tidak dipertandingkan pada Asean Games dan Olimpiade. Dengan pertimbangan tersebut maka jenjang prestasi yang saat ini tengah diperjuangkan oleh para atlet akan terkendala apabila benar panjat tebing tidak dipertandingkan dalam PORDA.
Hal ini sangat di sesali oleh Pengurus Daerah FPTI Jawa Barat yang langsung mengirimkan surat himbauan kepada seluruh Pengcab panjat tebing se Jawa Barat agar bersama-sama memperjuangkan kemajuan olahraga panjat tebing. "Salahsatu upaya yang mesti dilakukan adalah menunjukan bahwa peminat olahraga panjat sampai saat ini masih bergairah yang terus melakukan pembinaan dan prestasi di tiap Pengcab, Pengda, dan PP".
Diingatkan juga Pada setiap Pengcab Se Jawa Barat agar mengirimkan atlet binaan masing-masing sebanyak-banyaknya pada kesempatan Kejurda kelompok umur dan umum tingkat Jawa Barat yang akan diselenggarakan di wall climbing FPTI Kabupaten Bogor tanggal 11-15 Februari 2009. Dengan harapan agar dijadikan bahan evaluasi layak atau tidaknya panjat tebing dipertandingkan pada PORDA XI 2010 (Kens).
Kamis, 08 Januari 2009
Ramalan Tahun 2009

"Pegang Erat"
FPTI News, Tahun 2008 baru saja berlalu, dan saat ini kita sudah menginjak bulan pertama di tahun 2009. Menurut kalender China tahun 2009 merupakan tahun Kerbau Tanah, menurut sejumlah ahli Fengshui, tahun Kerbau Tanah ini diprediksi penuh dengan tantangan serta banyak menguji kesabaran.
Menurut Mama Lauren (ML),dibidang entertainment pada tahun 2009 ini wabah kawin cerai masih tetap marak; Tapi ada dua pasangan yang sudah bercerai akan rujuk kembali; Indonesia juga akan kehilangan tujuh bintang terkenal, yakni empat laki-laki dan tiga perempuan. Dua laki-laki dan satu perempuan di antaranya meninggal karena narkoba, dan empat orang lainnya karena sakit.
Pakar fengshui Jenie Kumala Dewi, seperti dikutip Kompas, mengatakan bahwa tahun 2009 tidak bisa diharapkan berjalan dinamis dan cepat. Kondisi ekonomi dan bisnis pun cenderung akan berjalan stagnan. Ini sesuai dengan karakteristik kerbau, hewan yang kurang gesit tetapi sabar.
Masih banyak lagi ramalan menurut para paranormal di sektor lain yang kurang enak didengar, seperti ekonomi, politik, dan yang lebih mengerikan terkait bencana yang akan melanda negeri ini. Tetapi Ada baiknya kita tetap optimis, segala hal jika dilakoni dengan sungguh-sungguh disertai doa Insyaallah akan mendapatkan hasil yang baik (Kens).
Minggu, 04 Januari 2009
FPTI Kabupaten Bogor Jadi Tuan Rumah Kejurda Jabar
FPTI News, Ditengah aktivitas awal tahun 2009, FPTI Kab Bogor disambangi oleh tiga orang utusan Pengurus Daerah Jawa Barat. Kedatangan mereka disambut baik oleh ketua umum FPTI Kabupaten Bogor H. Tb. Luthfi Syam berikut Sekum FPTI Kabupaten Bogor Iip Syaukani, dan Kabid Kompetisi Kendisan, di kediaman Ketua umum FPTI Kabupaten Bogor, jam 12.00-14.00 siang ini.
Tiga orang utusan FPTI Pengda Jawa Barat yang diwakili oleh ketua harian FPTI Pengda Jabar Herdy Hartadji, Iwan Darmawan, dan Ahmad itu membahas mengenai Kejuaraan Antar Daerah yang pada kesempatan ini FPTI Kabupaten Bogor ditunjuk menjadi tuan rumah pada ajang Kejurda 2009 tersebut.
Ketua umum FPTI Kabupaten Bogor menanggapi mengenai waktu pelaksanaan Kejurda yang terlalu mepet. Sebelumnya FPTI Jabar memberikan wacana pelaksanaan kegiatan pada bulan Januari 2009. Tetapi menyangkut kesiapan FPTI Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah dianggap terlalu sedikit untuk persiapan, " kami memerlukan waktu minimal satu bulan untuk koordinasi kepada pihak terkait dilingkup Kabupaten Bogor" kata Luthfie.
Obrolan yang sempat meluas selama dua jam, sambil diiringi dengan makan siang di kediaman Ketua umum FPTI Kabupaten Bogor. Setelah membuka kalender agenda FPTI Jawa Barat akhirnya menemukan kata mufakat, pelaksanaan Kejuaraan Daerah tingkat Jawa Barat rencananya akan dilangsungkan dari tanggal 11-15 Februari 2009 di wall climbing FPTI Kabupaten Bogor.
Sebagai tuan rumah, akan banyak hal yang harus dipersiapkan. Salahsatunya yaitu akomodasi bagi para kontingen, sekurangnya ada 20 pengcab di Jawa Barat yang akan mengikuti Kejurda tersebut. Diperkirakan setiap pengcab rata-rata akan mengirimkan atletnya sebanyak 15 orang dan 5 orang oficial. Itu artinya FPTI Kabupaten Bogor harus membantu akses para kontingen dengan penginapan di sekitar tempat pelaksanaan.
Dari 15 atlet yang dikirim tiap pengcab akan dibagi menjadi 4 nomor yang dipertandingkan, yaitu Youth A, Yout B, Junior, Senior, putra/putri dan akan memperlombakan kategori Lead dan Speed. Alternatif pertama FPTI Kabupaten akan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat agar dapat menggunakan mess pusat dakwah islam (Pusdai) yang saat ini hampir setengahnya digunakan oleh tim sepak bola Kabupaten Bogor.
Ketua harian FPTI Jawa Barat Herdy Hartadji mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi para Pengcab dan sekaligus mempersiapkan atlet Jawa Barat untuk menghadapi Kejuaraan Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada bulan yang bersamaan pada Februari 2009 ini. "kami akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan prestasi dan silaturahmi antar Pengurus Cabang" kata Herdy.
Sekum FPTI Kabupaten Bogor, Iip syaukani saat ini sedang menunggu surat resmi dari FPTI Jawa Barat perihal penunjukan menjadi tuan rumah Kejurda 2009 dan penetapan tanggal pelaksanaan untuk segera ditindaklanjuti. Menurut Iip, dengan waktu persiapan yang cukup singkat ini yaitu dari tanggal 5 Januari s/d 11 Februari acara ini akan terselenggara dengan baik, "kami beserta pengurus akan bekerja secara ekstra sebagai tuan rumah" kata Iip (Kens).
Tiga orang utusan FPTI Pengda Jawa Barat yang diwakili oleh ketua harian FPTI Pengda Jabar Herdy Hartadji, Iwan Darmawan, dan Ahmad itu membahas mengenai Kejuaraan Antar Daerah yang pada kesempatan ini FPTI Kabupaten Bogor ditunjuk menjadi tuan rumah pada ajang Kejurda 2009 tersebut.
Ketua umum FPTI Kabupaten Bogor menanggapi mengenai waktu pelaksanaan Kejurda yang terlalu mepet. Sebelumnya FPTI Jabar memberikan wacana pelaksanaan kegiatan pada bulan Januari 2009. Tetapi menyangkut kesiapan FPTI Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah dianggap terlalu sedikit untuk persiapan, " kami memerlukan waktu minimal satu bulan untuk koordinasi kepada pihak terkait dilingkup Kabupaten Bogor" kata Luthfie.
Obrolan yang sempat meluas selama dua jam, sambil diiringi dengan makan siang di kediaman Ketua umum FPTI Kabupaten Bogor. Setelah membuka kalender agenda FPTI Jawa Barat akhirnya menemukan kata mufakat, pelaksanaan Kejuaraan Daerah tingkat Jawa Barat rencananya akan dilangsungkan dari tanggal 11-15 Februari 2009 di wall climbing FPTI Kabupaten Bogor.
Sebagai tuan rumah, akan banyak hal yang harus dipersiapkan. Salahsatunya yaitu akomodasi bagi para kontingen, sekurangnya ada 20 pengcab di Jawa Barat yang akan mengikuti Kejurda tersebut. Diperkirakan setiap pengcab rata-rata akan mengirimkan atletnya sebanyak 15 orang dan 5 orang oficial. Itu artinya FPTI Kabupaten Bogor harus membantu akses para kontingen dengan penginapan di sekitar tempat pelaksanaan.
Dari 15 atlet yang dikirim tiap pengcab akan dibagi menjadi 4 nomor yang dipertandingkan, yaitu Youth A, Yout B, Junior, Senior, putra/putri dan akan memperlombakan kategori Lead dan Speed. Alternatif pertama FPTI Kabupaten akan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat agar dapat menggunakan mess pusat dakwah islam (Pusdai) yang saat ini hampir setengahnya digunakan oleh tim sepak bola Kabupaten Bogor.
Ketua harian FPTI Jawa Barat Herdy Hartadji mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi para Pengcab dan sekaligus mempersiapkan atlet Jawa Barat untuk menghadapi Kejuaraan Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada bulan yang bersamaan pada Februari 2009 ini. "kami akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan prestasi dan silaturahmi antar Pengurus Cabang" kata Herdy.
Sekum FPTI Kabupaten Bogor, Iip syaukani saat ini sedang menunggu surat resmi dari FPTI Jawa Barat perihal penunjukan menjadi tuan rumah Kejurda 2009 dan penetapan tanggal pelaksanaan untuk segera ditindaklanjuti. Menurut Iip, dengan waktu persiapan yang cukup singkat ini yaitu dari tanggal 5 Januari s/d 11 Februari acara ini akan terselenggara dengan baik, "kami beserta pengurus akan bekerja secara ekstra sebagai tuan rumah" kata Iip (Kens).
Rabu, 17 Desember 2008
Fenomena Akhir Tahun

FPTI News, Fenomena akhir tahun, layaknya memandang sun set.Meski bumi hanya satu, dan matahari-pun satu, namun kita punya mata yang berbeda-beda dalam memandang. Jika tak cukup hanya memandang maka perhatikanlah, bukan sekedar melihat begitu saja, tetapi sebuah perhatian akan lebih dipahami dengan mengkaji semua fenomena yang terjadi pada akhir tahun 2008 ini.
Disadari atau tidak, bahwa fenomena akhir tahun 2008 ini sudah mulai terasa. Tidak hanya sekedar menanti matahari terbenam pada akhir tahun 2008 dan berencana memandang matahari terbit pada awal tahun 2009, tetapi pada makna, arti, karena memandang adalah vision, sebuah desain, mind set, blue print, sebuah paradigma, yang pada level permukaan begitu mempesona.
Barangkali kita mempunyai sisi barat dan sisi timur, rasanya tidak mungkin menyatakan hanya barat tanpa timur. Selalu diakhir tahun, masih ada sedikit ruang yang tersisa untuk memperhatikan diri, menelaah dan mengoreksi ulang sebuah ritual evaluasi tentang kehidupan, dengan harapan masa depan akan hadir lebih baik lagi.
Terbenamnya matahari di akhir tahun 2008 ini bisa jadi akan terbentuk pola; sudah, pesimis, tidak mungkin berubah, hari akan gelap. Sedangkan matahari terbit dapat terbentuk makna: akan, optimis, banyak hal yang akan mungkin dibuat, perlu perubahan, hari akan terang. Memang tidak mutlak, tetapi ada hal yang mungkin ketika kita dibentuk dan dipengaruhi oleh alam dan tidak mampu menanggapi alam sebagaimana baiknya.
Kalaulah akhir tahun ini diibaratkan pada suatu senja, dan kita terlena memandang indahnya pesona sun set akhir tahun ini tanpa mengambil makna, maka hal itu akan terasa indah namun mengerikan. Karena waktu bukanlah sesuatu yang tidak dapat bergerak (Kens).
Selasa, 16 Desember 2008
Semalam Di Mang Koko
FPTI News, Siang hari desa itu terasa sangat elok dengan suasana pegunungan yang begitu alami, tenang dan hijau berkilauan diterpa sinar mentari. Namun ketika malam tiba, sunyi kian mencekam dan kegelapan yang akan menemani sepanjang malam. Sangat terasa betapa berharganya listrik untuk kehidupan, karena listrik merupakan suatu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia.
Indonesia sebagai negara yang terletak digaris katulistiwa, yang mempunyai daratan yang ditumbuhi hutan belantara yang luas beserta gunung / pegunungan yang didalamnya banyak sungai-sungai mengalirkan air dari hulu ke hilir melalui desa-desa sampai kelautan lepas yang terhampur luas disertai gemuruhnya ombak.
Dengan penyinaran sinar surya sepanjang tahun, dengan hembusan angin yang terdapat dipegunungan salak Bogor, keberadaan Desa Gunung Sari memiliki banyak sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Salahsatunya yaitu membuat kincir pembangkit listrik tenaga air (PLTA) seperti yang dilakukan oleh pak Koko.
Mesin pembangkit listrik buatan pak Koko dapat beroperasi dengan baik setelah mengalami kegagalan sebanyak 10 kali, alat ini mampu mengeluarkan tekanan listrik sebesar 220 volt yang digunakan oleh tiga kepala keluarga untuk kebutuhan penerangan aktivitas malam hari saat anak-anak mereka belajar dan mengerjakan tugas dari sekolah.
Pada operasi pembangkit listrik tenaga air buatan Pak Koko pada dasarnya sama dengan yang banyak digunakan orang, yaitu menggunakan tekanan air yang dialirkkan melalui pintu saluran air untuk menggerakan kincir sebagai penggerak magnet yang dapat mengeluarkan arus listrik, tetapi mesin yang dibuat oleh Pak Koko sangat sederhana dan tidak memerlukan biaya besar.
Mesin pembangkit listrik tenaga air merupakan suatu keharusan untuk dimiliki tiga kepala keluarga, yaitu pak koko, pak ade dan Pak andri yang tinggal di desa gunung sari Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Jawa Barat, mengingat daerah tempat tinggal mereka belum dimasuki aliran listrik.
Berawal dari sebuah motor Honda Cb Gl 90 yang dimilikinya, Pak Koko mencoba membuat alat pembangkit listrik dengan menggunakan blok mesin motor dan magnetnya, beberapa potongan papan, kabel dan karet timba yang digunakan untuk penggerak kincir. Namun kontrol terhadap air yang masuk maupun yang didestribusikan kepintu saluran air untuk menggerakkan kincir harus terkontrol dengan baik, sehingga alat dapat beroperasi sepanjang tahun, walaupun pada musim kemarau panjang.
Hidup didesa yang jauh dari fasilitas yang memadai dituntut harus lebih kreatif dan inovatif dengan mengandalkan alam sebagai penyeimbang, kalau tidak seperti itu maka kita akan semakin terpuruk dengan keadaan sekarang yang semakin sulit, ”tetapi meski demikian alhamdulilah saya selalu bisa makan dan menyekolahkan anak-anak saya, ucap pak Koko beberapa waktu lalu di kediamannya.
Ide dan cara hidup Pak Koko perlu ditiru oleh para masyarakat yang tinggal di pedesaan, sehingga kehidupan yang saat ini terasa sulit tidak selalu menyulitkan kehidupan yang dijalani. Kreatif dan kemauan adalah modal utama dalam menjalani kehidupan yang serba sulit seperti sekarang ini.(kens)
Indonesia sebagai negara yang terletak digaris katulistiwa, yang mempunyai daratan yang ditumbuhi hutan belantara yang luas beserta gunung / pegunungan yang didalamnya banyak sungai-sungai mengalirkan air dari hulu ke hilir melalui desa-desa sampai kelautan lepas yang terhampur luas disertai gemuruhnya ombak.
Dengan penyinaran sinar surya sepanjang tahun, dengan hembusan angin yang terdapat dipegunungan salak Bogor, keberadaan Desa Gunung Sari memiliki banyak sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Salahsatunya yaitu membuat kincir pembangkit listrik tenaga air (PLTA) seperti yang dilakukan oleh pak Koko.
Mesin pembangkit listrik buatan pak Koko dapat beroperasi dengan baik setelah mengalami kegagalan sebanyak 10 kali, alat ini mampu mengeluarkan tekanan listrik sebesar 220 volt yang digunakan oleh tiga kepala keluarga untuk kebutuhan penerangan aktivitas malam hari saat anak-anak mereka belajar dan mengerjakan tugas dari sekolah.
Pada operasi pembangkit listrik tenaga air buatan Pak Koko pada dasarnya sama dengan yang banyak digunakan orang, yaitu menggunakan tekanan air yang dialirkkan melalui pintu saluran air untuk menggerakan kincir sebagai penggerak magnet yang dapat mengeluarkan arus listrik, tetapi mesin yang dibuat oleh Pak Koko sangat sederhana dan tidak memerlukan biaya besar.
Mesin pembangkit listrik tenaga air merupakan suatu keharusan untuk dimiliki tiga kepala keluarga, yaitu pak koko, pak ade dan Pak andri yang tinggal di desa gunung sari Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Jawa Barat, mengingat daerah tempat tinggal mereka belum dimasuki aliran listrik.
Berawal dari sebuah motor Honda Cb Gl 90 yang dimilikinya, Pak Koko mencoba membuat alat pembangkit listrik dengan menggunakan blok mesin motor dan magnetnya, beberapa potongan papan, kabel dan karet timba yang digunakan untuk penggerak kincir. Namun kontrol terhadap air yang masuk maupun yang didestribusikan kepintu saluran air untuk menggerakkan kincir harus terkontrol dengan baik, sehingga alat dapat beroperasi sepanjang tahun, walaupun pada musim kemarau panjang.
Hidup didesa yang jauh dari fasilitas yang memadai dituntut harus lebih kreatif dan inovatif dengan mengandalkan alam sebagai penyeimbang, kalau tidak seperti itu maka kita akan semakin terpuruk dengan keadaan sekarang yang semakin sulit, ”tetapi meski demikian alhamdulilah saya selalu bisa makan dan menyekolahkan anak-anak saya, ucap pak Koko beberapa waktu lalu di kediamannya.
Ide dan cara hidup Pak Koko perlu ditiru oleh para masyarakat yang tinggal di pedesaan, sehingga kehidupan yang saat ini terasa sulit tidak selalu menyulitkan kehidupan yang dijalani. Kreatif dan kemauan adalah modal utama dalam menjalani kehidupan yang serba sulit seperti sekarang ini.(kens)
Kamis, 04 Desember 2008
Nurdiana Haerani

“Di balik wajah feminimnya menyimpan hasrat yang menantang. Sesungguhnya wanita kelahiran Bogor 22 Februari 1993 ini ingin menjadi wanita yang tangguh dengan memilih aktivitasnya menari di tebing terjal”.
Nama Lengkap : Nurdiana Haerani
Nama Panggilan : Dina
Tempat/Tgl Lahir : Bogor 22 Februari 1993
Alamat Jelas : Kp kaum, Jl Transyogi 2 Cileungsi kabupaten Bogor
Nomor Tlp/Hp : 02191295308
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 15 Tahun
Kategori : Lead
Pekerjaan : Pelajar, SMAN 1 Cileungsi kelas 1
Bergabung Dengan FPTI
Kabupaten Bogor Sejak : Tahun 2007
Lomba Yang Pernah Diikuti Hingga Akhir Th 2008:
1. Kejurda Junior Tahun 2008 Bekasi
2. Kejurnas 2007 Kopassus Cijantung
3. Kejurda Jabar 2007 Bandung
4. Sirkuit seri V Kabupaten Bogor 2007
5. Sirkuit seri VI Kabupaten Bogor 2007
6. Lomba se-Jabodetabek PKP Islamic School Jakarta 2008
7. Lomba se-Jabodetabek Univ Gunadharma 2008
8. Lomba se-Jabodetabek Unisma 2008
9. Lomba se-Bogor Raya Univ Djuanda Bogor 2008
10. Open Climbing Bekasi Tambun 2008
11. Kejurnas Junior Kampus UPN Yogyakarta 2008
Prestasi 3 Besar Yang Pernah Diraih Sampai Akhir Th 2008:
1. Peringkat 1, Kejurda Junior Tahun 2008 Bekasi
2. Peringkat 2, Kejurda Jabar 2007 Bandung
3. Peringkat 2, Sirkuit seri V Kabupaten Bogor
4. Peringkat 3, Sirkuit seri VI Kabupaten Bogor
5. Peringkat 1, se-Jabodetabek PKP Islamic School Jakarta
FPTI News, Siapa sangka kalau dara manis asal Cileungsi ini adalah pemanjat tebing. Di usianya yang masih muda, Dina, panggilan akrab Nurdiana Haerani sudah mempunyai segudang pengalaman di cabang olahraga panjat tebing. Dari sekian banyak kejuaraan yang pernah ia ikuti, peringkat tiga besar selalu ia boyong.
Bukan cuma itu, raut wajahnya yang manis serta kemampuannya menari di tebing membawa siswi kelas satu SMAN 1 Cileungsi ini menjadi model majalah Jeep edisi akhir 2008 pada rubrik promosi kendaraan roda empat Toyota Extrail di tebing kelapa nunggal belum lama ini. Ia sangat senang di foto, karena memang sedikit narsis.
Keterlibatan Dina dalam dunia panjat tebing baru seumur jagung, tetapi bakat alaminya membuat dina semakin mudah menjalankan program-program latihan. Tidak semua orang bisa memanjat tebing, bahkan dengan modal bakat alami saja tidak cukup untuk menjadi juara. Panjat tebing memiliki gaya yang sangat variatif yang harus dilatih.
Penulis mengenal Dina sebagai sosok gadis yang pintar bergaul dan ramah senyum. Akibat senyum manisnya tidak jarang banyak lelaki mabuk kepayang dibuatnya. Meski demikian, belum satupun pria yang mampu menaklukan hatinya, dan ia pun mengatakan belum kepikiran soal pacaran “Saya mau konsen sekolah dan latihan dulu” Kata Dina.
Meski pemanjat tebing, tetapi sesungguhnya Dina adalah sosok wanita yang takut dengan ketinggian. Sampai saat ini walaupun sudah mempunyai banyak pengalaman dalam hal memanjat tebing tetapi rasa takut terhadap ketinggian belum bisa ia hilangkan. Ia tidak takut memanjat setinggi apapun, tapi ia merasakan takut ketika turun dari ketinggian.
Hal ini memang tidak berpengaruh pada prestasi Dina, tetapi ini menjadi aneh ketika kita melihat pemanjat tebing menutup mata dan berteriak saat beelayer menurunkannya seusai memanjat. Biro Pelatih Cabang FPTI Kabupaten Bogor, Kristy Wenas mengatakan bahwa penyakit takut ketinggian yang dialami Dina akan Sembuh dengan sendirinya (Kens).
Target 3 Medali Emas Nihil
FPTI News, Enam atlet junior FPTI Kabupaten Bogor yang awalnya ditargetkan memperoleh medali emas dalam ajang kejurnas Junior oleh Biro Pelatih Cabang FPTI kabupaten Bogor tidak mencapai target. Dalam kejuaraan yang berskala Nasional ini seharusnya Biro pelatih cabang lebih membuka mata terhadap kemampuan lawan.
Atlet junior binaan FPTI Kabupaten Bogor cukup unjuk gigi di tingkat Jawa Barat, bahkan dalam ajang kejuaraan daerah (Kejurda) kelompok umur 2008 boleh dikata atlet junior FPTI Kabupaten Bogor merajai dengan perolehan 4 emas, 3 perak, dan dua perunggu.
Dalam perolehan sembilan medali dalam ajang Kejuaraan Daerah Jawa Barat 2008, FPTi kabupaten Bogor mendapat gelar juara umum. Bangga dan sempat membawa Biro pelatih cabang keatas angin mendapat hasil tersebut. Tetapi untuk bersaing di tingkat nasional sepertinya belum mampu.
Dalam latihan olahraga apapun mestinya semua program tersusun jelas dan transparan, agar setiap atlet juga memahami program yang akan ia jalankan. Cabang olahraga setingkat kabupaten mestinya sudah lebih maju dan mengerti dalam memberikan program latihan yang pasti dan bukan hanya di kira-kira
FPTI Kabupaten Bogor harus lebih membuka mata, pasalnya pembinaan atlet di daerah lain pastinya lebih baik dari yang dilakukan FPTI kabupaten Bogor. Hal tersebut terbukti dari setiap hasil kompetisi dalam skala nasional, maka dari itu rasanya perlu ada program latihan yang jelas.
kejelasan program rasanya sangat perlu dalam olahraga keras seperti panjat tebing. Apalagi program yang diterapkan kepada anak-anak yang masih dalam pertumbuhan itu harus sesuai dengan teori-teori keolahragaan yang mempertimbangkan dampak positif dan negatif dari hasil latihan.
Sebelumnya Biro pelatih Cabang FPTI kabupaten Bogor Kristy Wenas menargetkan tiga medali emas bagi keenam atletnya yang turun diajang kejurnas (FPTI News November 2008) selain itu dengan penuh percaya diri, menyinggung kesiapan para atlet yang sedang dipersiapkan Kristy mengatakan “persiapannya sudah cukup.
Kenyataan terkadang tidak seindah yang diharapkan, dan peenyesalan selalu datang belakangan. Kata itu mungkin yang saat ini tengah membayangi. Mungkin jika FPTI Kabupaten Bogor memprogramkan latihan lebih ekstra dan jelas melalui teori-teori keolahragaan yang pasti, maka hasilnya akan lebih memuaskan dari sebelumnya(Kens).
Atlet junior binaan FPTI Kabupaten Bogor cukup unjuk gigi di tingkat Jawa Barat, bahkan dalam ajang kejuaraan daerah (Kejurda) kelompok umur 2008 boleh dikata atlet junior FPTI Kabupaten Bogor merajai dengan perolehan 4 emas, 3 perak, dan dua perunggu.
Dalam perolehan sembilan medali dalam ajang Kejuaraan Daerah Jawa Barat 2008, FPTi kabupaten Bogor mendapat gelar juara umum. Bangga dan sempat membawa Biro pelatih cabang keatas angin mendapat hasil tersebut. Tetapi untuk bersaing di tingkat nasional sepertinya belum mampu.
Dalam latihan olahraga apapun mestinya semua program tersusun jelas dan transparan, agar setiap atlet juga memahami program yang akan ia jalankan. Cabang olahraga setingkat kabupaten mestinya sudah lebih maju dan mengerti dalam memberikan program latihan yang pasti dan bukan hanya di kira-kira
FPTI Kabupaten Bogor harus lebih membuka mata, pasalnya pembinaan atlet di daerah lain pastinya lebih baik dari yang dilakukan FPTI kabupaten Bogor. Hal tersebut terbukti dari setiap hasil kompetisi dalam skala nasional, maka dari itu rasanya perlu ada program latihan yang jelas.
kejelasan program rasanya sangat perlu dalam olahraga keras seperti panjat tebing. Apalagi program yang diterapkan kepada anak-anak yang masih dalam pertumbuhan itu harus sesuai dengan teori-teori keolahragaan yang mempertimbangkan dampak positif dan negatif dari hasil latihan.
Sebelumnya Biro pelatih Cabang FPTI kabupaten Bogor Kristy Wenas menargetkan tiga medali emas bagi keenam atletnya yang turun diajang kejurnas (FPTI News November 2008) selain itu dengan penuh percaya diri, menyinggung kesiapan para atlet yang sedang dipersiapkan Kristy mengatakan “persiapannya sudah cukup.
Kenyataan terkadang tidak seindah yang diharapkan, dan peenyesalan selalu datang belakangan. Kata itu mungkin yang saat ini tengah membayangi. Mungkin jika FPTI Kabupaten Bogor memprogramkan latihan lebih ekstra dan jelas melalui teori-teori keolahragaan yang pasti, maka hasilnya akan lebih memuaskan dari sebelumnya(Kens).
Langganan:
Postingan (Atom)

