Senin, 10 November 2008

Gunung Gede Pangrango


Satu Menjadi Dua


FPTI News, Sejarah Kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango mempunyai arti penting dalam sejarah konservasi di Indonesia, hingga saat ini kawasan Gunung Gede-Pangrango telah dikenal secara luas, karena daerah ini merupakan yang pertama kali di tetapkan sebagai kawasan cagar alam di Indonesia yakni pada tahun 1889.

Sebelumnya pada tahun 1830 di lereng Gunung Gede Pangrango dibangun Kebun Raya Cibodas yang juga dikenal sebagai tempat penanaman jenis-jenis tumbuhan eksotik yang pertama di Indonesia, sampai abad ke-19 seluruh lereng Gunung Gede masih tertutup hutan yang lebat. Pada waktu Junghun melakukan kunjungan pertama pada tahun 1843, keadaan jalan sudah baik dan sering dilalui

Pada tahun 1925 Kebun Raya Cibodas diperluas ke arah puncak Gunung Gede-Pangrango sebagai kawasan cagar alam dengan luas seluruhnya ± 1.040 hektare. Bersamaan dengan perkembangan di daerah ini, terjadi pula penunjukan-penunjukan baru areal hutan sekitarnya baik sebagai cagar alam, hutan wisata,hutan lindung, hutan produksi, areal perkebunan maupun sebagai tempat permukiman/pertanian.

Pada tanggal 6 Maret 1980, Mentri Pertanian menetapkan kawasan yang meliputi Cagar Alam Cibodas, Cagar Alam Cimungkat, Cagar Alam Gunung Gede-Pangrango, Taman wisata Situgunung dan kawasan TN Gunung Gede-Pangrango.

Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango mempunyai luas 15.196 hektare, secara geografis terletak antara 106°58´ BT dan 5°46´LS, kawasan ini termasuk dalam wilayah administrasi pemerintah Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat). Kawasan ini dibatasi oleh hutan lindung atau hutan produksi, perkebunan dan tanah milik dan permukiman.

Secara Topografi, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango merupakan dataran tinggi yang terdiri dari rangkaian gunung berapi, terutama yaitu Gunung Gede (±2.958 m dpl) dan gunung Pangrango ( ±3.019 m dpl), serta beberapa gunung lainnya. Gunung Gede dan Gunung Pangrango ini dihubungkan oleh punggung bukit sepanjang ± 2500 m dengan sisinya membentuk lereng curam berlembah ke arah bawah menuju ke dataran Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Daerah puncak Gunung Gede mempunyai kawah yang lebih tua daripada kawah Gunung Pangrango dengan dinding batu curam. Dinding kawah ini terbuka ke arah timur laut dan merupakan lembah ke arah Sungai Cibatu.

Secara umum kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango merupakan dataran tinggi tanah kering. Sebagian kecil daerah rawa-rawa, yaitu daerah sekitar Cisaat (Rawa Goyonggong) dan tepi Danau Situnggung. Bentuk lapangan berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kelerengan lapangan antara 25% - 45%, serta variasi ketinggian antara 1.000-3.019 m dpl.

Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango merupakan salah satu daerah terbasah di Pulau Jawa dengan curah hujan rata-rata antara 3.000-4.200 mm/tahun. Musim hujan berlangsung dari Oktober-Mei dan antara Desember-Maret curah hujannya melebihi 400 mm/bulan. Seringkali puncak dan punggung gunung diselimuti awan dan kabut tebal. Suhu kawasan ini berkisar antara 10°C-18°C, semakin keatas suhu makin menurun hingga mencapai kurang dari 10°C dengan kelembaban udara antara 80%-90%.kecepatan angin yang cukup tinggi di puncak gunung, menyebebkan suhu bertambah rendah.

Puncak Gunung Pangrango sedikit sekali menerima sinar matahari dan hampir sepanjang hari tertutup oleh awan. Lereng-lereng di sebelah timur umumnya menerima lebih banyak sinar matahari, karena keadaan cuaca pada pagi hari lebih cerah dibandingkan sore hari. Kadang-kadang terjadi frost (hujan salju rintik-rintik) terutama pada daerah perkebunan teh di lereng selatan.

Pada musim penghujan berhembus angin muson barat daya.Antara Februari-Maret angin berhembus cukup kencang dan sering mengakibatkan robohnya pohon-pohon. Pada musim kemarau berhembus angin muson timur laut dengan kecepatan rendah.

Dikawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ada tiga zona tumbuhan berdasarkan perbedaan tinggi tempat yaitu zona sub montane (ketinggian 1.000-1.500 m dpl), zona montare(1.500-2.900 m dpl) dan zona sub alpine (2.400 m dpl ke atas). Tumbuhan di setiap zona berbeda baik fisik maupun komposisinya. Secara keseluruhan hutan di kawasan ini digolongkan pada tipe hutan tropis.

Di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango terdapat dua buah alun-alun padang rumput, disepanjang tepi alun-alun tersebut di domonir oleh tumbuhan bunga Edelwiss (Anaphalis javanica), yang sering disebut bunga abadi karena tidak pernah layu. Tumbuhan asli setempat dan sangat jarang antara lain alang-alang. Di kawasan air terjun Cibeureum terdapat liparis muconatus yaitu anggrek asli dari Gn. Gede. dan bersifat endemik (tidak ditemukan di daerah lain)

Dikawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango juga terdapat empat jenis Kera, antara lain adalah Gibbon Jawa/Owa. Satwa endemik di pulau Jawa tersebut hidup berkelompok terdiri dari 2-4 ekor. Penyeberannya terbatas pada daerah tertentu yaitu di lereng sebelah barat daya Cibadak, Gibbon Jawa adalah termasuk binatang langka yang dilindungi.

Selain itu juga diisekitar air terjun Cibodas terdapat jenis Kera Surili yang sangat pemalu dan sulit dilihat. Jenis lainnya adalah Kera (Macaca fascicularis) dan Lutung (Presbytis cristata). Sedangkan satwa lainnya adalah Macan tutul (Panthera pardus), Anjing hutan, Babi hutan dan golongan mamalia kecil serta sejumlah jenis burung.

Cara mencapai Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango sangat mudah, dapat dicapai dari beberapa kota di sekitarnya seperti Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur dan Bandung. Jakarta-Cibodas ± 100 km dan Bogor-Cobodas ± 36 km. Cibodas merupakan pintu gerbang utama Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango dapat dicapai dengan mempergunakan berbagai jenis kendaraan.


Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango juga dapat dicapai melalui Cipanas yang terletak pada jaringan jalan raya Jakarta-Bandung untuk kemudian menuju Pacet sampai di pintu gerbang kedua di Gunung Putri. Sedang dari jaringan jalan Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur sampai pintu gerbang ketiga di Salabintana yang terletak di sebelah utara Sukabumi berjarak 7 km.


Perjalanan dari Jakarta melalui Bogor menuju Situgunung, yang merupakan pintu gerbang ketiga dari Tamman Nasional Gunung Gede-Pangrango (dengan jarak tempuh sekitar 110 km), dapat dicapai dengan kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.


Dikawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango juga terdapat obyek wisata yang memiliki daya tarik yang khas untuk berolah raga jalan kaki (hiking), mendaki (climbing), berkemah (camping), memotret (phot hunting), menyaksikan dan menikmati keindahan alam vegetasi komunitas Edelweiss berupa rumput yang sangat indah serta bermalam di puncak Gunung Gede untuk menyaksikan terbitnya matahari pada pagi hari.


Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terdapat Telaga Biru ( 1,5 km dari pintu masuk Cibodas). Disebut Telaga Biru karena airnya biru yang disebabkan oleh sejenis ganggang biru yang hidup didalamnya. Obyek wisata lainnya adalah Rawa Gayonggong yang terletak 1,8 km dari pintu masuk Cibodas.

Di kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango juga dapat kita jumpai beberapa air terjun antara lain; air terjun Cibeureum terletak 2,5 km dari pintu masuk Cibodas dan air terjun Salabintana yang terletak 2 km dari pintu masuk Salabintana (Perbawati). Air terjun Salabintana merupakan air terjun paling tinggi alirannya di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.

Air terjun yang lainnya yaitu Curug Sawer, Curug Sawer terletak 2 km dari pintu masuk Situgunung. Dalam komplek air terjun Curug Sawer ini terdapat air terjun Cimanaracun yang menjadi daerah pemasok air untuk danau Situgunung. Ditengah perjalanan pendakian terdapat pula sumber air panas yang letaknya 5,2 km dari pintu masuk Cibodas. Sumber air panas diperkirakan berasal dari mata air yang berdekatan dengan kawah Gn. Gede.

Kawah Gn Gede masih aktif, secara periodik mengeluarkan gas yang berbau belerang. Ada tiga buah kawah dalam satu komplek yang berdekatan yaitu Kawah Ratu (paling besar), Kawah Lanang dan Kawah Wadon. Biasanya para pelancong jarang sekali memasuki kawah-kawah yang terdapat di gunung Gede, tetapi hanya menyaksikan dari puncak Gunung gede saja.

Di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango terdapat dua alun-alun, yaitu alun-alun Suryakencana di lereng Gunung Gede dan Gunung Gumuruh, serta alun-alun Pangrango di lereng Gunung Pangrango. Di alun-alun Suryakencana terdapat tempat berkemah berkapasitas 400 tenda, sedangkan di alun-alun mandalawangi hanya bisa mendirikan 50 tenda. Di kedua alun-alun pendaki dapat menikmati hamparan pemandangan bunga Edelweiss yang bertebaran memutih.

Sementara itu, dataran pegunungan Gunung Gede-Pangrango memiliki pemandangan alam yang sangat indah dan udara nyaman dengan hamparan perkebunan teh di lereng-lerengnya.

Upaya pengelola menyediakan berbagai fasilitas terus dilakukan, antara lain menyediakan wisma tamu, wisma cinta alam, pusat informasi di Cibodas dan pintu gerbang jaga yang ada di Gunung Putri, Salabintana dan Situgunung. Sementara, pondok wisata terletak di Situgunung dan bumi perkemahan di Gunung Putri.


Disediakan juga tempat berteduh (shelter) terdapat di 27 lokasi antara lain di Cibodas 15 buah, di Situgunung 7 buah dan di Gunung Putri 5 buah. MCK terdapat di 10 lokasi antara lain di Cibodas 5 buah, Situgunung 3 buah dan di Gunung Putri dua buah. Adapun fasilitas di luar TN seperti bungalow, losmen, hotel dan lain-lain banyak terdapat di Cisarua, Cimacan, Cipanas, Slabintana dan Cipayung (Kens).


Selasa, 04 November 2008

Alam Adalah Guru Terbaik

Bergegas menembus kabut

FPTI News, Proses mencari pengalaman melalui alam terbuka sudah ada sejak zaman yunani kuno, kegiatan alam terbuka ini mulai dilakukan pada tahun 1821 saat didirikannya Round Hill School. Moral dan dan kebijakan antar sesama adalah tujuan utama sekolahnya. Mereka yakin bahwa dengan program latihan yang intensif, ekspedisi, refleksi dan pelayanan ke sesama mampu membuat hidup baru lebih bermakna.


Tanpa bermaksud mengekor, Pada Tanggal 04 Agustus 1996, Sekelompok pemuda di Cibinong tertarik untuk mencoba hidup baru yang lebih bermakna dengan menghimpun diri dan mendirikan Organisasi Remaja Cinta Alam Jabal 27. Organisasi ini merupakan salahsatu dari sekian banyak organisasi pecinta alam yang tumbuh dan berkembang di Cibinong.

Manusia pada dasarnya dapat memahami kehidupan ini dari alam semesta. Alam semesta adalah sumber kearifan dan tempat belajar bagi semua orang, senada seperti yang diucapkan oleh Uus Suherman yang saat ini menjabat sebagai Pembina Jabal 27 ”Alam terbuka merupakan sekolah dan sekaligus guru terbaik bagi manusia, karena didalamnya tersimpan berjuta makna, kata Uus.


Tidak terlepas dari nama para pendiri Jabal 27, yaitu Uus, Udin, Rons, Nizomi, Hendro, Opik, Wiwie, Jawer, Mamat, Didi, Sulistiono, Dewi, Ridwan, Ida, Dia, Ayu, Ade, Rusland, Didin, Anin, Eko, Wahyu, Bardianto, Daryanto, Sulis, Untung, Muchtar, Mona. Jabal 27 didirikan dengan tujuan meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air, peduli lingkungan sekitar, menolong antar sesama.


Rasa ingin tahu yang paling mendasar hampir dimiliki oleh setiap manusia dimuka bumi ini, dengan adanya motivasi kebutuhan psikologis, sperti halnya kebutuhan pengalaman baru, kebutuhan keberanian dan ketabahan, kebutuhan akan berprestasi, kebutuhan unuk diakui oleh lingkungannya maka Jabal 27 masih terus eksis sampai dengan saat ini.

Segores perjalanan organisasi Remaja Cinta Alam Jabal 27 adalah cermin dari kehidupan yang sulit, namun tidak usah cepat ditangisi apalagi harus segera menyerah. Hidup adalah suatu perjuangan, Pengembaraan di gunung-gunung yang tinggi, hutan rimba yang lebat, jurang-jurang yang dalam, tebing-tebing yang terjal, bergulat dengan arus deras, riam atau jeram, bahkan lautan luas.


Hal ini disadari atau tidak tentu akan memberi pengaruh pada bentuk karakter pribadi seseorang. Berbagai rintangan yang dihadapi di dalam pengembaraan akan membuat orang menjadi lebih tabah, tidak mudah putus asa. Di tengah kebesaran alam, keindahan dan mungkin keganasannya, seorang Jabal 27 akan semakin menyadari keagungan Tuhan Sang Pencipta alam semesta (Kens).

Hari Ini Milik Siapa?

Khusu

FPTI News, Harimu adalah hari ini kawan, jika hari ini anda dapat makan nasi hangat, maka apakah nasi basi yang telah anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada)itu akan merugikan anda? Jika kita dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka kenapa mesti bersedih atas air asin yang kita minum kemarin. Atau menantikan air jernih esok yang belum tentu ada.

Kita harus percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat, maka kita akan menundukan diri untuk berpegang pada prisip: "Aku hanya akan hidup hari ini" Maka dengan prinsip itu, setiap detik kita akan disibukan dengan memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan selalu berusaha maksimal dalam berbagai hal.

Pada hari dimana kita hidup saat ini, alangkah baiknya kita membagi waktu dengan bijak. Mari kita jadikan setiap menitnya laksana ribuah tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari ini, dan mari kita persembahkan sesuatu yang paling indah untuk hari ini.

Pada hari ini pula, marilah kita kita curahkan seluruh perhatian, kepedulian, dan kerja keras. keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Umur kita mungkin tinggal hari ini, maka anggaplah masa hidup kita hanya hari ini. Atau seakan kita dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini pula. Dengan begitu hidup kita tidak akan tercabik-cabik diantara keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dan sangat menakutkan.

Aku akan hanya hidup hari ini, maka akan aku ucapkan kepada masa lalu yang telah berlalu "Tenggelamlah seperti matahari". Aku tidak akan pernah menangisi kepergianmu dan kamu tidak akan melihatku termenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah pergi tinggalkan aku, pergi dan jangan pernah kembali.

Wahai masa depan, engkau masih dalam ketidakpastian. Maka aku tidak akan berkhayal dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. dan aku tidak akan memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena mungkin hari esok tak kunjung datang. Hari esok adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satupun darinya yang tahu tentang apa yang akan terjadi pada hari esok. Maka, hari ini akan menjadi milik kita bersama (Kens).

Senin, 03 November 2008

FPTI Kebanjiran Prestasi

Gembira

FPTI News, Dalam berapa minggu terakhir FPTI Kabupaten Bogor terus disumbangkan medali oleh para atletnya. Pada ajang kejurda kelompok umur tingkat Jawa Barat 2008 yang diselenggarakan di wall climbing tambun, Bekasi 24-26 Oktober 2008, atlet junior FPTI Kabupaten Bogor mampu memperoleh sembilan medali, dengan hasil perolehan tersebut FPTI Kabupaten Bogor menyandang gelar juara umum.

Dalam ajang bergengsi tersebut FPTI Kabupaten Bogor unggul atas perolehan empat emas, tiga perak, dan dua perunggu. Sedangkan di posisi kedua ditempati oleh Cianjur dengan perolehan tiga emas, tiga perak, dan satu perunggu. Kemudian disusul oleh Karawang yang menempati posisi ketiga dengan perolehan tiga emas, dan dua perak. Sedang tuan rumah Kabupaten Bekasi harus puas atas perolehan satu emas tiga perak, dan empat perunggu dengan menempati posisi keempat.

Dua hari kemudian secara bersamaan diberangkatkan tiga orang atlet ke Kalimantan Tengah dan satu orang atlet ke Yamaguchi Jepang. Tiga orang atlet yaitu Syabudin, Reza, dan Indra dikirim Ke Kalteng untuk mengikuti kejuaraan "Bupati Batara Open Wall Climbing 2008" yang di diselenggarakan di Taman Rekreasi Remaja Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Kalteng. Sedangkan satu orang atlet junior, yaitu Tb Boy dikirim ke Yamaguchi Jepang untuk mengikuti kejuaraan Asian Youth Championship.

Sarana latihan FPTI Kabupaten Bogor terlihat semakin berdiri tegak meski tiga hari belakangan ini terus diguyur hujan, bersamaan dengan hujan deras sepanjang malam rumput-rumput di lapangan Tegar Beriman, dimana tempat biasa para atlet panjat tebing berlatih terlihat hijau berkilau. Harapan yang dinanti oleh pengurus cabang FPTI Kabupaten Bogor, secara bertahap dijawab dengan prestasi para atlet.

Setelah disumbang sembilan medali dalam ajang Kejurda kelompok umur, FPTI Kabupaten Bogor kembali mendapat kabar baik dari Taman Rekreasi Remaja Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah. Syabudin, atlet Speed (Kecepatan) pada nomor umum putra, untuk kali pertama mendangakkan kepala dalam ajang Kejuaraan tingkat Nasional (kejurnas) dan berdiri diatas podium untuk mendapat gelar juara satu.

Sedangkan Reza, yang juga atlet speed FPTI Kabupaten Bogor hanya mampu menduduki peringkat ketiga pada Kejurnas yang memperebutkan uang tunai Rp. 40 juta tersebut. "memang diantara kami harus ada yang mengalah, karena saya dan Reza ketemu dan harus saling mengalahkan pada babak kwalifikasi dan akhirnya saya yang lebih beruntung saat itu,"kata Budi.

Pada nomor Lead (Kesulitan) umum putra dalam ajang Kejurnas "Bupati Batara Open Wall Climbing 2008", Indra Yoga yang dikenal sebagai king of the boulder asal Kabupaten Bogor menempati peringkat pertama. Sedangkan peringkat kedua diraih oleh Khairullah, pemanjat asal Kalimantan Selatan dan juara tiga ditempati oleh Ponti Hardianto, pemanjat asal Eiger Bali.

Kabar memilukan dari Negeri Sakura, Tb Boy yang mengikuti Asian Youth Championship di Yamaguchi Jepang menempati posisi kelima di nomor speed (Kecepatan) dan peringkat ke sepuluh pada nomor lead (kesulitan) male youth A. "Untuk Boy merupakan hasil yang baik dalam bersaing di tingkat Asia, karena pemanjat junior kelas dunia semua turun disana, maka untuk menempati posisi yang diraih Boy saat ini bukan hal yang mudah", kata Biro pelatih Cabang FPTI Kabupaten Bogor, Kristy Wenas.

Sore ini nampak para atlet tetap berlatih, meski sudah banyak merauk medali nampaknya FPTI Kabupaten Bogor belum merasa cukup, "Hari ini sudah mulai latihan seperti biasa walaupun porsinya tidak terlalu berat, karena sebagian atlet ada yang baru sampai rumah tadi malam dari kalteng, maka hari ini lebih banyak kearah evaluasi hasil kejuaraan kemarin", kata Bidang Kompetisi FPTI Kabupaten Bogor, Kendisan.

Biro Pelatih Cabang FPTI Kabupaten Bogor mengatakan, "Bahwa ini merupakan awal dari porestasi mereka, jadi saya harap para atlit dan pengurus yang lain tidak cepat merasa puas. Dan yang terpenting kita harus pertahankan posisi juara para atlet FPTI Kabupaten Bogor dengan terus berlatih secara konsisten, karena para lawan juga akan terus berlatih keras, kalau kita lengah maka akan tertinggal", kata Kristy Wenas (Kens).

Sabtu, 01 November 2008

Wilayah Bogor Barat Dan Potensinya

Oleh: Derri Nurdiana
Biro Vertical Rescue FPTI Kabupaten Bogor

FPTI News, FPTI Kabupaten Bogor sedang gencar-gencarnya melakukan pembenahan kepengurusan untuk memajukan olahraga panjat tebing di kabupaten Bogor. Program-program yang telah berjalan dengan baik diantaranya sirkuit berseri yang diadakan guna mencari dan mengembangkan atlet-atlet yang nantinya bakal dijadikan team panjat tebing untuk membela kabupaten Bogor di ajang Even daerah ataupun nasional bahkan kalau dapat memenuhi syarat tidak menutup kemungkinan bisa diikut sertakan di even internasional.

Musyawarah cabang FPTI yang baru-baru kemarin digelar dan baru juga terbentuk kepengurusannya harus lebih ekstra dan lebih jauh lagi dalam mempromosikan panjat tebing sebagai olahraga yang dikenal dan diminati oleh banyak kalangan masyarakat, karena untuk Kabupaten Bogor sendiri wilayahnya sangat luas, sehingga banyak wilayah Bogor yang belum tahu dan mengenal panjat tebing sebagai salah satu jenis olahraga.

Diantara wilayah yang tertinggal tersebut adalah kabupaten Bogor bagian barat. untuk potensi atlet sendiri Bogor barat tidak kalah bersaing dengan daerah lainnya di Bogor, padahal kalau dilihat sarana latihan yang ada di bogor barat tentunya sangat minim sekali. Tak jarang mereka harus mengeluarkan kocek yang besar untuk sekedar latihan. Misalnya wall climbing yang ada di Bogor Barat berada di PT. ANTAM yang berada di ujung Bogor Barat tepatnya di daerah Cigudeg. Dari kampus IPB sendiri ditempuh oleh kendaraan roda dua selama ± 1,5 jam lamanya.

Sarana lainnya yaitu Tebing alam Ciampea, namum untuk yang satu ini umumnya mereka tidak mau mengambil resiko karena alat dan pengetahuan mereka juga sangat terbatas. Untuk sekedar main dan latihan ke sekertariat FPTI sendiri diperlukan biaya ± 20.000,- dengan menggunakan angkutan umum dengan waktu perjalanan ± 1 jam , sehingga bagi kami semua bukan tidak mau untuk berkorban demi panjat tebing tapi harus ada solusi lain yang memang FPTI sendiri dapat membantu masalah yang dihadapi oleh salah satu wilayahnya.

Potensi yang ada di Bogor barat sendiri bisa jadi lebih unggul dari daerah lainnya. Selain potensi tebing ciampea yang kalau dapat dikelola dengan baik, tidak hanya jadi tempat latihan dan ajang silaturahmi para climber saja tetapi dapat menarik minat dan memunculkan bibit atlit daerah setempat, selain itu juga dapat dijadikan objek wisata olahraga yang dapat membantu perekonomian di daerah setempat.

Di bogor barat sendiri terdapat kampus IPB yang dari namanya saja orang pasti akan tahu dimana kampus tersebut berada. Di IPB sendiri terdapat MAPALA (mahasiswa pecinta alam) baik MAPALA universitas maupun MAPALA yang ada di beberapa fakultas, cukup banyak juga MAPALA yang ada di kampus tersebut, namun sangat disayangkan tidak terdapat sarana wall climbing disana. Dulu memang pernah ada milik MAPALA setempat, namun tidak memenuhi standar bahkan sekarang sudah tidak digunakan lagi.

Memang sangat disayangkan bila salah satu potensi besar ini tidak dijadikan FPTI sebagai bahan pertimbangan untuk memajukan panjat tebing di kabupaten Bogor. FPTI sendiri sebetulnya bisa saja koordinasi dengan pihak yang bersangkutan untuk dapat berdialog tentang berbagai kendala yang terdapat disana dan bekerja sama untuk sama-sama mengenalkan dan memajukan olahraga panjat tebing kepada masyarakat sekitar kampus khususnya.

Berbagai kendala yang ada di Bogor barat sendiri tidak terlepas dari wilayahnya yang cukup jauh dengan ibukota kabupaten, otomatis pola pikir masyarakat yang memang tidak begitu banyak mengenal jenis-jenis olahraga, sehingga peran FPTI yang membidanginya dapat mempelajari dan memberikan solusi yang tepat demi kemajuan olahraga panjat tebing yang kita cintai ini.

Mari Memanjat Tebing


Onside


Oleh: Derri Nurdiana
Biro Vertical Rescue FPTI Kabupaten Bogor
Fhoto By, Kens

FPTI News, Begitu cepat kemajuan dunia panjat tebing di tanah air ini, namun kemajuan tersebut hanya pada panjat dinding (papan buatan) sebagai olahraga yang sering dipertandingkan. Tidak terlepas dari itu panjat tebing sebagai awal terbentuknya panjat dinding dan badan resmi yang diberi nama FPTI sedang mengalami kemunduran baik dari peminat maupun dari media tebing itu sendiri. Selain karena medan yang dihadapi sulit dan ekstrem, kesan panjat tebing sendiri lebih dari sekedar ajang penjudian nyawa, sehingga orang berpikir seribu kali untuk melakukanya.

Kerakusan manusia terhadap Sumber Daya Alam, batuan tebing pun tidak terlepas dari mangsanya untuk memenuhi kantong-kantong sakunya hanya sekedar satu kata ”KEKAYAAN”, sehingga untuk sekarang ini sulit mempertahankan aset kita sebagai tempat latihan. Begitu juga terdapat kesulitan untuk melihat dan menemukan potensi tebing-tebing baru untuk dapat dipakai dan dijadikan ajang tempat berlatih.

Potensi tebing yang ada di Kabupaten Bogor cukup banyak sekali mulai dari Bogor bagian barat, timur, utara dan selatan. Namum baru beberapa saja yang diketahui dan dapat digunakan sebagai ajang latihan, diantaranya tebing Ciampea dan tebing Kelapa Nunggal. Padahal masih banyak lagi tebing-tebing yang ada dan mungkin menunggu untuk dilihat dan dijadikan ajang kumpul serta latihan para climber.

Selain potensi tebing yang ada di Kabupaten Bogor cukup banyak, sumber daya manusianya sendiri tidak bisa dianggap sebelah mata dan dijadikan hambatan untuk mengetahui dan mempelajari tentang panjat tebing. Karena sebetulnya sumber daya manusia yang dimiliki oleh Kabupaten Bogor khususnya oleh FPTI itu cukup mampu di bidang tersebut, sebut saja Kang Deden, Kang Oele, Kang Roses dan yang lainnya.


Potensi dan kemampuan yang mereka miliki bisa dijadikan ajang pembelajaran bersama dalam mempelajari panjat tebing baik dari jenis batuan tebing itu sendiri maupun cara pembuatan jalurnya, sehingga dalam pembelajaran tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kita yang belum tahu tentang panjat tebing...Sooo, kapan ni kita belajar bareng nya ???

Senin, 27 Oktober 2008

Keprihatinan Dibalik Prestasi


Memandang Sinis, Dari Kiri: Reza, Indra, Budi


FPTI News, Setelah sekian lama merindukan suasana kompetisi, akhirnya tiga atlet panjat tebing FPTI Kabupaten Bogor diberangkatkan ke Kalimantan Tengah untuk mengikuti kejuaraan "Bupati Batara Open Wall Climbing 2008" yang akan di diselenggarakan di Taman Rekreasi Remaja Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah tanggal 30 Oktober- 01 September 2008.

Hingga hari ini, ketiga atlet andalan Kabupaten Bogor masih melakukan latihan tekhnik di wall climbing FPTI Kabupaten Bogor. Reza dan Budi yang memang dihandalkan pada nomor kecepatan (Speed) sangat diharapkan mampu pecundangi lawan-lawanya, begitu juga Indra Yoga, yang pernah gagal meraih medali pada ajang PON 2008 harus optimis dengan kemampuannya.

Ketiga atlet tersebut rencananya akan terbang ke Kalteng dengan menggunakan pesawat Lion Air hari rabu jam 7 malam dari bandara Soekarno Hatta, dan mendarat di Banjarmasin. Dengan perbekalan yang pas-pasan ketiga atlet ini mau tidak mau harus berangkat ke Kalteng, "Kalau masalah tiket sudah disiapkan oleh FPTI kabupaten Bogor, tetapi untuk akomodasi yang lain sampai saat ini saya juga tidak tahu, kata Budi tadi malam.

Hal senada diungkapkan Reza M Nur, Atlet speed yang akan membawa Bendera FPTI Kabupaten Bogor pada ajang Bupati Batara Open Wall climbing, "Sepertinya kami hanya dikasih ongkos pulang-pergi saja, dan untuk kebutuhan makan kayaknya kami harus membawa bekal dari rumah pake rantang", kata Reza dengan nada konyol.

Secara terpisah, Indra Yoga yang sering disebut-sebut king of the boulder juga membenarkan soal keprihatinan rencana pemberangkatan dirinya dan kedua atlet lainnya ke Kalteng, tetapi hal tersebut tidak membuat kami gentar, dan ini akan kami jadikan cambuk untuk mengukir prestai dalam kejuaraan tersebut" kata Indra.

Pelatih cabang FPTI kabupaten Bogor, Kristy Wenas, enggan berkomentar banyak, "Kita lihat saja nanti" kata Kristy, lewat pesan pendeknya.

"Kejuaraan ini setara dengan Kejuaraan Nasional, karena ini juga merupakan kejuaraan resmi yang mendapat rekomendasi dari Pengurus Pusat FPTI yang memperebutkan total hadiah Rp 40 juta lebih dan mempertandingkan dua nomor, yaitu Speed dan lead. Dan semoga fasilitasnya juga tidak mengecewakan, karena kita menggunakan sarana dan tim teknis yang digunakan PON kemarin di Kaltim," kata Oethay, panitia Bupati Batara Open Wall Climbing kepada FPTI News tadi malam
(Kens).

Kejurda Kelompok Umur 2008

FPTI Kabupaten Bogor Sandang Gelar Juara Umum

FPTI News, Aksi para atlet junior Kabupaten Bogor dalam kancah persaingan di ajang kejurda kelompok umur jabar 2008 yang diselenggarakan di wall climbing tambun, Bekasi 24-26 Oktober 2008, memperoleh hasil yang baik. dengan perolehan sembilan medali pada ajang tersebut FPTI Kabupaten Bogor menyandang gelar juara umum.

FPTI Kabupaten Bogor unggul atas perolehan empat emas, tiga perak, dan dua perunggu. Sedangkan di posisi kedua ditempati oleh Cianjur dengan perolehan tiga emas, tiga perak, dan satu perunggu. Kemudian disusul oleh Karawang yang menempati posisi ketiga dengan perolehan tiga emas, dan dua perak. Sedang tuan rumah Kabupaten Bekasi harus puas atas perolehan satu emas tiga perak, dan empat perunggu dengan menempati posisi keempat.

Biro Pelatih Cabang FPTI Kabupaten Bogor mengatakan "Bahwa perolehan medali pada ajang Kejurda ini adalah berkat usaha keras para atlet, namun ini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjuangan mereka yang akan mengharumkan nama Kabupaten Bogor pada event yang lebih besar, maka dari itu kami akan melakukan pembinaan yang lebih baik terhadap aset FPTI Kabupaten Bogor (atlet junior) yang kami miliki, kata Kristy Wenas tadi malam."

Sesuai dengan hasil perolehan medali pada ajang kejurda kelompok umur 2008, maka tujuh orang atlet FPTI Kabupaten Bogor akan dikirim untuk mengikuti Kejuaraan Nasional junior di Yogyakarta pada tanggal 20 November mendatang. Ketujuh atlet FPTI Kabupaten Bogor yaitu Dahlia, yang turun di kelas putri Youth A, Dina, putri Youth B, Gori, Spider Kid A putri, Ray, Spider kid C putri, Tb Boy, Youth A putra, Bim Sigrid, Youth B putra, dan Adam, Spider Kid A putra (Kens).

Minggu, 26 Oktober 2008

Atlet Junior FPTI Kab Bogor Peraih Medali Dalam Kejurda 2008

No

Nama

Kategori

Medali

1.


2.


3.


4.


5.


6.


7.


8.




9.

Dahlia


Dina


Ray


Adam


Qori


Tb Boy


Bim


Anisya



Sarif

Youth A Putri 16-17 Tahun

Youth B Putri 14-15 Tahun

Spider Kid C Putrii 7-9Tahun

Spider Kid A Putra 12-13 Th

Spider Kid A Putri 12-13 Th

Youth A Putra 16-17 Tahun

Youth B Putra 14-15 Tahun

Spider Kid A Putri 12-13 Th

Spider Kid B Putra 10-11 Th

1 Emas


1 Emas


1 Emas


1 Emas


1 Perak


1 Perak


1 Perak


Perunggu



Perunggu

Senin, 20 Oktober 2008

Polisi Tangkap Atlet Panjat Tebing

FPTI News, Aan Aviansyah, (18) atlet muda asal Surabaya terpaksa harus menjalani pemeriksaan di Polsek Gubeng pada (18/10) malam. Aan terpaksa harus bermalam di Polsek Gubeng lantaran kedapatan ikut pesta minuman keras bersama sembilan teman sekolahnya di emperan Jl Barata Jaya I, Surabaya. Aan adalah atlet panjat tebing junior yang namanya sedang merayap naik di kalangan pemanjat dunia.

Nama Aan kini menjadi salah satu sorotan dunia panjat tebing khususnya dalam kelompok junior. Bisa dikatakan ia menjadi 'raja' dalam kelompok umur di Indonesia dan Asia. Terakhir kali dalam kejuaraan panjat tebing junior Asian Youth Championship 2008 di Bali bulan lalu ia memborong medali emas dalam kategori speed dan boulder. Dan ia juga pernah menduduki peringkat tujuh kejuaraan dunia panjat tebing junior di Sydney, Australia, September lalu.

Remaja yang kini duduk di bangku SMA itu kerap kali menggondol gelar juara dalam berbagai kejuaraan panjat tebing mulai dari tingkat regional, nasional hingga internasional. Tetapi ternyata dibalik prestasinya itu ia juga suka mengkonsumsi minuman keras. “Gimana lagi, reuni sama teman-teman SMA. Diajak patungan beli minum ya ikut saja,” ujarnya enteng. Bukan Cuma itu, Sebelumnya ia juga pernah berurusan dengan polisi karena diduga terlibat kasus pengeroyokan.

Kanitreskrim Polsek Gubeng, Iptu Agung Widoyoko, baru tahu setelah melakukan pemeriksaan bahwa satu dari 10 pelajar yang kedapatan sedang pesta miras itu adalah Aan Aviansyah, yang tidak lain adalah seorang atlet andalan KONI Jatim yang sempat mengukir prestasi ditingkat dunia. “Masak juara dunia kok nggak kelihatan gitu?” ujar Iptu Agung.


Namun Aan masih beruntung. Lantaran apa yang dilakukan Aan dan kesembilan temannya hanya merupakan tipiring (tindak pidana ringan), maka dia tidak sampai masuk ruang tahanan Polsek. “Kami hanya memanggil orangtua mereka, lalu kami suruh buat pernyataan agar tidak mengulangi lagi,” kata Kapolsek Gubeng, AKP Dwi Eko Budi kepada FPTI News melalui telepon celular.


Aan yang kini sekolah di SMA GIKI 3 Klampis, setelah sebelumnya sempat sekolah di SMA 17 Agustus, mengenal dunia panjat tebing ketika masih SD pada tahun 1999. Aan dengan cepat menyerap ilmu panjat tebing yang ditekuni, dan dengan waktu yang singkat ia pun mulai menjelajahi berbagai kompetisi panjat tebing kelompok junior di tanah air. Berkat prestasinya pula Aan mendapat dukungan menjadi salah satu atlet binaan sekaligus duta produsen peralatan adventure ternama di tanah air (Kens).