Selasa, 10 Maret 2009

KAMPUNG ADAT DI SUKABUMI


ANTARA CITA RASA, KARSA dan KARYA

FPTI News, Di kawasan Kabupaten Sukabumi, terdapat empat daerah utama kampung adat, antara lain Kampung Adat Giri Jaya, Kampung Adat Ciptagelar dan kampung adat Sirna Resmi dan kampung adat Sirna Rasa. Kampung-kampung adat ini pada umumnya sangat memegang teguh kebudayaan dan peraturan-peraturan adat yang telah dipahami sekian lama. Adat dan istiadat warga lokal terangkum dalam aktifitas kehidupan sehari-hari. Mulai dari prosesi upacara kelahiran sampai proses upacara kematian. Sisti, sosial, ekonomi dan sistim bercocok tanam tak luput dari rangkuman pedoman hidup yang mereka pegang.

Umumnya warga setempat bermata pencaharian sebagai petani dan peladang dengan sistim berladang berpindah-pindah tempat. Terkadang beberapa warga beraktifitas menekuni usaha kerajinan tangan dan sebagian berdagang. Kerajinan tangan yang dihasilkan terkadang mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan ada yang khusus mereka jual ke luar kampung. Kerajinan tangan ini terkadang memiliki bentuk yang unik dan khas dan sangat cocok untuk dijadikan buah tangan. Dengan harga murah dan bentuk yang khas mencirikan sebuah kampung adat yang dikunjungi.

Berkunjung ke kampung-kampung adat tidak hanya disuguhkan dengan beragam karya dan budaya. Tetapi tak luput dari pandangan, pemandangan alam yang tak mau kalah hebatnya. Pemandangan alam beserta kekayaan alamnya menggambarkan keasrian dan keperawanan alam hayati. Bentuk topografi daerah dan nuansa alam yang indah menjadikan wisata ke kampung adat semakin lengkap. Akan tetapi untuk menempuh perjalanan menuju lokasi akan menghadapi medan yang berat. Sehingga untuk mencapai lokasi dibutuhkan stamina yang prima dan perbekalan yang lengkap.

Selain beragam objek wisata alam, kampung-kampung adat ini mempunyai beragam kesenian daerah yang tak kalah menariknya. Seperti kesenian tradisional yang sempat menjadi populer di masyarakat sunda umumnya. Kesenian Dog Dog Lojor, kesenian ini menggunakan alat Dog Dog yang terbuat dari bambu besar dan panjang. Suara yang dihasilkan akan berirama dan enak dinikmati. Seni ini merupakan seni helaran yang secara tradisi biasa digunakan untuk mengiringi kegiatan mengangkut padi dari lantaian menuju leuit atau lumbung padi. Kesenian ini akan lebih sering dijumpai di perkampungan adat Ciptarasa.

Kesenian yang satu ini merupakan kesenian peninggalan sejarah yang diberi nama Jipeng. Kesenian yang dibawa oleh penjajah ini menampilkan lagu-lagu dengan iringan Tanji, clarinet, Saxophone, dan sebuah Drum. Seni Jipeng ini biasanya ditampilkan untuk menghibur ,masyarakat kampung adat yang hendak menyaksikan upacara Seren Taon.

Serupa dengan upacara adat yang biasa digelar di Pasir Eurih Sindang Barang, upacara Seren Taon selalu menampilkan sejumlah aktifitas seni dan budaya. Aktifitas seni budaya ini sebagai perwujudan dari cita rasa, karsa dan karya dalam merespon hubungannya terhadap lingkungan sekitar. Aktifitas seni dan budaya terbagi atas aktifitas yang bersumber bagi prosesi ritual upacara ataupun prosesi hiburan. Wujud rasa syukur atas anugerah yang diberikan terbentuk dalam prosesi-prosesi ritual yang menjadi tradisi turun menurun.[EBO]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar